Menjelang Musda REI Bali Melakukan Kunjungan Sosial
April 12, 2011 by Artawan
Filed under Seputar Agent, Tips Property
Rombongan DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali menggelar serangkaian program kepedulian masyarakat, Sabtu (9/4) kemarin. Kunjungan sosial berupa kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilakukan di dua tempat yakni YPAC Jimbaran dan Panti Sosial Tresna Werda Wana Sraya Denpasar.
Di Panti Sosial Tresna Werda Wana Sraya, Denpasar, rombongan yang dipimpin Ketua Musda DPD REI Bali I Wayan Suandra menyerahkan sejumlah bantuan uang tunai dan obat-obatan. Selain itu, rombongan juga masimakrama dengan menggelar dialog ringan untuk memberikan semangat kepada para orangtua. Rombongan juga sempat mengapresiasi hiburan yang disajikan oleh para orangtua yang berada di panti sosial.
Wayan Suandra mengatakan, bakti sosial ini dalam rangka Musda DPD REI Bali yang akan digelar 13-14 April nanti. REI Bali menyempatkan diri di sela-sela kesibukan Musda untuk membantu sesama. Selain ke panti, pihaknya juga menggelar kegiatan olahraga dan donor darah. Diharapkan, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat. ”Hanya ini yang bisa kami berikan. Kami tidak bisa berbuat banyak. Namun demikian kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.
Selanjutnya dia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan bantuan di antaranya melakukan perbaikan terhadap Panti Sosial Tresna Werda Wana Sraya. Sehingga para orangtua bisa lebih betah dalam melaksanakan kegiatannya.
Khusus mengenai Musda REI Bali, pihaknya berharap agar Musda dapat berjalan lancar. Dari Musda nanti, diharapkan muncul figur pemimpin yang memiliki loyalitas serta dapat membangun sinergi dengan pemerintah daerah maupun masyarakat sehingga ke depannya dapat lebih berkontribusi terhadap pembangunan Bali.
Sementara itu, Kepala UPT Pelayaan Sosial Dinsos Provinsi Bali Nym. Retnaningsih didampingi Kasi Penyantunan Lanjut Usia I Gst. Ayu Trisnawati menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosial yang digelar REI Bali. ”Para orangtua sangat antusias dan berterima kasih atas kunjungan REI,” ujar Trisnawati.
Sebagai inormasi, di hari pertama Musda, akan digelar gala dinner yang dirangkaikan talkshow dan succes story dengan mendatangkan Handaka Santosa dari CEO senayan City dan Alex P. Candra.
Pro – Kontra RTRWP Hambat Bisnis Properti di Bali
April 7, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Pro – kontra penerapan rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Bali oleh kabupaten dinilai telah menghambat pengembangan bisnis properti di Bali.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Bali mendesak Gubernur Bali dan Bupati se-Bali untuk segera menyelesaikan kasus pro-kontra penerapan RTRWP Bali.
Wakil Ketua Bidang Hukum REI Bali Wayan Suantra saat ditemui Beritabali.com di Denpasar, Rabu (6/4/2011) menyatakan belum disesuaikanya RTRW kabupaten oleh para bupati telah menyebabkan ketidakpastian hukum, sehingga para pengembang perumahan kesulitan dalam menentukan lokasi. Selain itu ketidak jelasan penyesuaian RTRWP Kabupaten juga menghambat proses perijinan.
“Peruntukan dari segi bisnis ya segera ditetapkan di kabupaten kota, sehingga itu yang kita aplikasi untuk investasi kedepan , kenapa demikian karena ijin apapun itu secara umum keluarnya di kabupaten/kota, bukan di provinsi kecuali yang investasi besar. Harapan kedepan kabupaten/kota segera , RTRW kabupaten/kota segera di resmikan atau dilegalkan,” ujar Wayan Suantra.
Suantra menyampaikan selama ini dalam 3 tahun terakhir anggota REI Bali mampu menjual sekitar 700 unit rumah pertahun. Dimana tingkat pertumbuhan kebutuhan rumah di Bali pertahun mencapai 10-12 persen.
Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Klungkung
March 30, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Kabupaten Klungkung atau Semarapura merupakan salah satu kabupaten yang sedang berkembang di Bali, hal ini membuat alih fungsi lahan tidak bisa dipungkiri. Di Kabupaten Klungkung, ata-rata alih fungsi per tahun mencapai sembilan hektar akibat pembukaan jalan baru, pembukaan kawasan pemukiman baru dan lainnya. Hal itu diakui Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Klungkung, Wayan Muliartha di Klungkung belum lama ini.
Dikatakan Muliartha, alih fungsi terbesar terjadi saat dibukanya akses jalan By-pass I.B. Mantra. Pascapembukaan jalan baru itu, berbagai bangunan di sekitar jalan pun menyerbu. Baik bangunan untuk usaha kerajinan, pedagang dan lainnya. Setiap pembukaan jalan baru, tidak bisa dipungkiri, pasti diikuti perkembangan pembangunan di sekitarnya. ”Akibatnya lahan yang dulunya produktif untuk lahan pertanian, beralih fungsi ke non-pertanian,” tandasnya.
Dikatakan, alih fungsi sudah pasti berimbas menurunnya produksi pertanian di Klungkung. Karenanya, ke depan Muliartha berharap masyarakat tidak mudah mengalihfungsikan lahannya dari lahan produktif menjadi kawasan pemukiman. Pemerintah, tidak mungkin menghalangi dengan melarang masyarakat mengalihfungsikan lahan milik pribadinya. Kecuali mengimbau atau menetapkan kawasan sebagai kawasan terbuka hujau atau kawasan lain yang tidak diperbolehkan membangun sebutnya. Hanya, Muliartha tidak bisa memastikan berapa luas lahan produktif yang tersisa di Klungkung saat ini. Pasalnya, selain pembukaan jalan baru, alih fungsi pun banyak akibat program land consolidation (LC).
Sebelumnya, anggota DPRD Klungkung, A.A. Gde Agung Bagus menengarai, maraknya alih fungsi lahan diakibatkan tidak tegasnya pemerintah melakukan pemetaan terhadap kawasan. ”Bukan hanya tidak tegas, juga lamban. Buktinya, sampai saat ini Klungkung belum berhasil menuntaskan Peraturan Daerah (Perda) RTRW,” kata Agung Bagus.
Padahal, tambah dia, alih fungsi yang terus terjadi berakibat tidak baik bagi program pemerintah Provinsi Bali yang memprogramkan clean and green (bersih dan hijau). Bagaimana bisa hijau, kalau lahan produktif untuk pertanian berubah menjadi beton, tandasnya. Agung Bagus juga berharap ketegasan tim yustisi melalui Satpol PP melakukan pengawasan terhadap pembangunan-pembangunan liar.
Ramada Hotel & Suites Sakala Proyek Hunian Pinggir Pantai Pertama di Tanjung Benoa
March 26, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Pengembang Total Camakila Development memperkenalkan proyek hunian pinggir pantai pertama di Tanjung Benoa Bali yaitu Ramada Hotel & Suites Sakala.
Selain menjadi proyek hunian pinggir pantai pertama, Ramada Hotel & Suites Sakala juga akan menjadi kondominium hotel (kondotel) pertama di Tanjung Benoa, Bali. Tempat tinggal bergaya resort ini, menurut Presiden Direktur Total Camakila Development, Rudi Komajaya, sebenarnya sudah diluncurkan pada November tahun lalu.
“Pembangunan Ramada Hotel & Suites Sakala ini sudah dimulai sejak Desember 2010, setelah launching. Dijadwalkan pembangunan akan rampung pada akhir tahun 2012,” ujar Rudi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa proyek seluas 2,4 hektar ini akan menghadirkan 219 suite dengan satu kamar tidur, 22 suite dengan dua kamar tidur, dan 14 vila eksklusif dengan kolam renang pribadi. Untuk desain arsitektur bangunan komplek Ramada Hotel & Suites Sakala, dipercayakan kepada arsitek asal Thailand, yang sudah kerap menangani proyek serupa, Boonchai Sakulthamrak. Desain interior pun ditangani oleh desainer interior asal negara yang sama, yaitu oleh Kongsak Yuktasevi.
Direktur Total Camakila Development, Jeani Kantono, menjelaskan bahwa konsep bangunan komplek kondotel ini merupakan perpaduan antara modern dan etnik Bali. Selain itu, sang arsitek juga mengambil inspirasi dari hewan-hewan laut, seperti ikan pari untuk atap lobi, jaring nelayan untuk dekorasi dinding, dan sebagainya. “Kami tetap ingin ada sentuhan tradisional di komplek kondotel ini,” ujarnya.
Pemilihan lokasi Pantai Tanjung Benoa, menurut Rudi, adalah karena lokasi ini menawarkan suasana yang lebih tenang dan santai, dibandingkan pantai-pantai lain di Bali, seperti Kuta misalnya. Oleh sebab itu, pihaknya yakin kondotel yang memungkinkan untuk kepemilikan seumur hidup ini, akan menjadi sebuah investasi yang menjanjikan untuk masa depan.
Berinvestasi Kondotel di Bali
February 25, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Bali memang layak dijuluki sebagai pulau Dewata, betapa tidak, beragam tempat eksotis tersebar di pulau ini. Mulai dari garis pantainya yang panjang hingga kehidupan budayanya yang menawan jutaan turis datang setiap tahun.
Tercatat di kawasan Asia, menurut hasil survei dari majalah wisata terkemuka Travel & Leisure, Bali merupakan tujuan nomor satu para wisatawan terkini, menggeser Pattaya, Thailand.
Melihat peluang Bali yang menjanjikan itu, PT. Bakrieland Development Tbk yang merupakan salah satu pemimpin pasar properti di Indonesia, akhirnya menghadirkan investasi menarik berupa properti berkonsep bisnis perhotelan dan kondominium yang akan berdiri megah tepat di depan garis Pantai Kuta, Bali.
Bisnis hotel bintang lima ini sendiri nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Pullman Bali Legian Nirwana (Accor International). Dengan luas yang mencapai 2,4 ha, tempat ini terdiri dari 5 bagian sayap dan memiliki kamar hotel sebanyak 360 unit.
Beragam fasilitas yang mendukung konsep Kondotel ini juga tersedia untuk menjamin kenyamanan para pengguna hotel seperti kolam renang berkonsep infinity, area komersil berupa ruangan pertemuan dan business center, selain itu terdapat juga sarana relaksasi berupa Le Nirwana Spa yang berpadu dengan pusat kebugaran.
Atmosfer pantai Kuta Bali dengan pemandangan pantainya yang eksotis tentunya akan menambah sensasi kehidupan yang berbeda saat Anda berada di sini. Sebagai sebuah investasi, Pullman Bali Legian Nirwana merupakan pilihan tepat nan menggiurkan karena selain mendapatkan garansi sewa, konsumen juga memiliki peluang meraup keuntungan besar dari kenaikan harga, disamping tentunya komplimen menginap gratis tiap tahunnya.vivanews.
Hotel Harris Bukit Jimbaran – The Jimbaran View
February 23, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Bali akan memiliki hotel tertinggi yaitu Hotel Harris Bukit Jimbaran atau The Jimbaran View mengingat letaknya yang tinggi di Banjar Werdhi Kesala Bukit Ungasan Kuta Selatan Bali. Peletakan batu pertama pembangunan hotel tertinggi (lima lantai) yaitu Hotel Harris Bukit Jimbaran dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Sudikerta, Sabtu (19/2) lalu. Menariknya, dari 310 kamar hotel yang akan dibangun ternyata sudah 100 kamar di antaranya laku terjual.
Menurut Owner (pemilik) The Jimbaran View, I.B. Surya Bhuana (Goes Nick), untuk tahap pertama, hotel bintang empat ini dibangun 230 kamar di atas lahan seluas 4,7 hektar dan tahap kedua dibangun 80 unit kamar di atas lahan 2,5 hektar. Sedangkan grand opening hotel ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2012 mendatang bertepatan dengan HUT ke-45 pemilik hotel ini yakni I.B. Surya Bhuana.
I.B. Surya Bhuana memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Badung yang memberikan izin pembangunan hotel ini, sehingga bisa memberikan sumbangan pendapatan daerah, sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi generasi muda. ”Sebagai putra daerah Bali, saya siap bersaing sehat di dunia pariwisata dengan tetap berpegang teguh pada konsep Tri Hita Karana. Semoga hal ini menjadi kebangkitan bagi putra daerah yang lainnya,” tegas Goes Nick.
Pihak manajemen Tauzia yang bakal mengelola hotel ini, Christoper, menyambut baik kerja sama ini sehingga memberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan pariwisata Bali. Pihaknya juga akan terus meningkatkan kerja sama pembangunan hotel dengan putra-putra lokal, sehingga juga memberikan dampak bagi pembangunan setempat.
Wabup Badung Sudikerta menyebutkan, dengan terwujudnya perekonomian yang bagus, maka akan memberikan peluang investasi seluas-luasnya. Sebaliknya, tanpa investasi, maka pembangunan di segala bidang juga tak bisa berjalan lancar.
Khusus bagi para investor yang akan menanamkan modal di Badung, Sudikerta mengingatkan supaya tetap mengikuti rambu-rambu, sehingga tak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Mendengar petunjuk Wabup Badung tersebut, pemilik The Jimbaran View I.B. Surya Bhuana didampingi Representative Owner I Gde Suryadarma berjanji akan menepati semua aturan yang berlaku sehingga benar-benar terwujud Bali yang lestari berdasarkan konsep Tri Hita Karana.
Goes Nick menambahkan, dengan memiliki kamar di Hotel Harris, selain bisa break event point (BEP) selama 7 tahun, masyarakat juga memperoleh investasi menarik dengan dua kelebihan yakni pendapatan dari kamar hotel serta harga aset karena status tanahnya sudah hak milik. ”Ini benar-benar investasi yang sangat menguntungkan,” tandasnya.
Tips Menjual Properti
February 10, 2011 by Artawan
Filed under Seputar Agent
Tips Menjual Properti di Bali. Menjual Properti memang gampang – gampang susah. Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti : Pertimbangan Harga, Luasan properti, Keidealan Potongan properti, Posisi Properti ini kalau dari segi fisik sedangkan non fisiknya tentu dari faktor Legalitas kalau semua kreteria ini cocok menurut buyer, baru memungkinkan adanya closing atau penjualan.
Nah untuk mempercepat proses negosiasi yang mengarah kearah prosfek penjualan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :
1. Mempersiapkan penjualan: Pemilik sebaiknya mempersiapkan properti yang ingin dijual, seperti membuat kondisi properti dalam keadaan rapi, bersih, terawat baik di bagian luar dan dalam cth jual apartemen. Hal ini untuk memberi kesan pertama yang baik terhadap calon pembel. Seringkali hal tersebut justru dapat menjadi nilai tawar dan menambah nilai jual properti tersebut.
2. Mempersiapkan kelengkapan semua dokumen bukti kepemilikan properti / Rumah Tinggal. Selain untuk memudahkan proses jual beli, keberadaan dokumen yang lengkap seperti sertifikat tanah dan bangunan akan membuat nilai tawar harga properti tersebut sesuai dengan yang diharapkan penjual. Hal itu juga akan menjadi pertimbangan calon pembeli, yang tidak ingin dipusingkan oleh legalitas maupun potensi sengketa properti tersebut di kemudian hari.
3. Survei harga jual properti / Rumah Tinggal: Pemilik harus mengetahui harga jual properti di kawasan tersebut. Biasanya harga jual properti ditentukan oleh nilai jual objek pajak (NJOP). Namun bisa juga dilakukan dengan melakukan survei harga jual properti ke beberapa agen properti yang beroperasi di kawasan tersebut. Berdasarkan harga tersebut, pemilik dapat menentukan harga jual yang diinginkannya.
4. Tentukan agen properti: Pilihlah agen properti ternama dan profesional di bidangnya misalnya I Made Artawan Pengelola Website Dotlahpis Bali Properti (www.dotlahpis.com) Phone : 0361 – 868 9190 Mobile : 081 7971 2979 e-Mail : artawan@dotlahpis.com Sekalian promosi ceritanya hehehehe…. Jangan memercayakan penjualan properti kepada perantara atau calo perseorangan yang berupaya mengambil keuntungan dari pihak penjual maupun pembeli.
5. Pasang papan tanda dijual (misalnya Rumah Dijual / Jual Rumah) Untuk menjual rumah anda atau menjual apartemen, anda harus melakukan promosi agar rumah anda diketahui sedang dijual.
Stop, Izin Hotel di Badung, Gianyar dan Denpasar
February 8, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Tiga surat yang dilayangkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika ke pemkab intinya mengingatkan kepala daerah kabupaten/kota, terutama di Badung, Gianyar dan Denpasar untuk menegakkan Perda Nomor 6 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. Salah satu surat Gubernur Bali bernomor 645/61/Satpol PP tertanggal 14 Januari 2011. Surat tersebut untuk mengingatkan kepala daerah di Badung agar menertibkan bangunan yang melanggar radius kawasan suci Pura Uluwatu. Selain itu ada bangunan vila yang tak memiliki kelengkapan perizinan sebagaimana diisyaratkan peraturan daerah di Badung.
”Sesuai pengecekan petugas kami ke wilayah Kuta, terutama Pecatu ada 25 bangunan vila dan tempat tinggal yang melanggar izin,” ujar Kepala Satpol Pamong Praja Provinsi Bali Drs. I Gede Putu Jaya Suartama, Senin (7/2) kemarin. Menurutnya, bangunan yang melanggar izin tersebut kebanyakan vila. Misalnya ada vila yang sudah mempunyai izin prinsip tetapi tak memiliki izin mendirikan bangunan. Ada sebuah bangunan tempat tinggal yang dihuni bule kenyataannya dipakai tempat penginapan. ”Salah satu hal yang memalukan adalah bangunan Hotel Western yang sudah berdiri megah, tetapi belum memiliki perizinan secara lengkap. Kenapa bangunan vila atau hotel itu dibiarkan sedemikian lama tak berizin,” katanya.
Atas dasar itu, Gubernur Bali bersurat kepada Bupati Badung untuk mengingatkan bangunan yang melanggar peraturan. ”Kami wajib mengingatkan jangan sampai kebablasan,” katanya.
Lantas, bagaimana penertibannya? Jaya Suartama menyatakan Pemprov Bali menyerahkan kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk menindak bangunan yang melanggar tersebut. ”Kami siap mem-back-up kalau Pemerintah Kabupaten Badung menghendaki,” ujarnya.
Stop Sementara
Selain surat kepada Bupati Badung, Gubernur juga melayangkan surat bernomor 570/1665/BPM. Surat Gubernur Bali ini ditujukan kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI di Jakarta. Isinya, penghentian sementara pemberian izin penanaman modal untuk bidang jasa akomodasi (hotel berbintang dan hotel melati) terhadap permohonan yang diajukan investor, baik penanaman modal asing maupun dalam negeri. Langkah ini diambil dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan di Provinsi Bali di samping menjaga kelangsungan pembangunan di Bali yang berwawasan budaya, lingkungan. Pemberhentian sementara atas penerbitan persetujuan prinsip (pendaftaran penanaman modal) tersebut berlaku sejak 5 Januari 2011 sampai ada kajian detail terhadap kelayakan kebutuhan terhadap bidang usaha jasa akomodasi di Bali.
Kabag Publikasi dan Dokumentasi Humas dan Protokol Provinsi Bali Drs. Ketut Teneng, M.Si. menyatakan latar belakang keluarnya surat ini setelah adanya pertemuan Gubernur Bali dengan komponen pariwisata di Jaya Sabha beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan itu berbagai komponen pariwisata menyoroti banyaknya bangunan hotel dan vila ilegal di Bali Selatan. Di samping itu, ada keinginan mereka untuk menyeimbangkan pembangunan akomodasi pariwisata antara Bali Selatan dan Utara. Sebab, selama ini investasi bidang perhotelan itu numplek di Bali Selatan.
Atas surat Gubernur Bali yang dilayangkan ke BKPM Jakarta itu, tim BKPM yang dimediasi tim dari Pemprov Bali telah turun ke Badung, Gianyar dan Denpasar untuk melihat keberadaan fasilitas hotel. Tim BKPM tampaknya memahami keluarnya surat tersebut. Selanjutnya tim sependapat untuk sementara dihentikan pembangunan hotel berbintang dan melati di Badung, Denpasar, dan Gianyar sampai menunggu kajian lebih lanjut. Sedangkan surat ketiga bernomor 660.1/2080/Bid. Was BLH intinya pengendalian pemanfaatan ruang sesuai Perda RTRWP Bali. Sumber Balipost
Daftar 25 Vila dan Restoran yang Langgar Kesucian Pura Uluwatu Jimbaran Bali
February 8, 2011 by Artawan
Filed under Perkembangan Property di Bali
Vila dan restoran yang berdiri di radius lima kilometer dari Pura Uluwatu dinyatakan melanggar kawasan tempat suci. Gubernur Bali mengeluarkan daftar 25 vila, restoran, dan rumah yang melanggar Perda No 16 Tahun 2009 tentang RTRW.
“Saya tugaskan Satpol PP untuk mengecek. Itu berdasarkan dari mereka. Ini ada vila yang ada izinnya dan ada yang tidak. Ada juga yang ada izinnya tapi tidak lengkap, seperti IMB tidak ada,” kata Gubernur Bali, Made Mangku Pastika usai rapat koordinasi instansi di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Selasa (8/2/2011).
Perda No 6 Tahun 2009 tentang rencana RTRW Bali Tahun 2009-2029 menyatakan kawasan tempat suci mencangkup Pura Sad Kahyangan, Pura Dang Kahyangan, dan Pura Kahyangan Tiga. Pura Uluwatu, Jimbaran merupakan salah satu pura yang termasuk kategori Pura Sad Kahyangan. Sepanjang radius lima kilometer dari Pura Uluwatu tidak boleh didirikan bangunan, baik rumah, restoran, vila, dan hotel.
Berikut daftar 25 vila, restoran, dan rumah yang dinyatakan melanggar kesucian Pura Uluwatu:
1. C 151
2. Island View (Bar & Grill Uluwatu)
3. Temperan Saong Bintang
4. Villa Home Stay
5. Mama Tenny Smithh Inn
6. Villa Bayuh Saba
7. The Istana Villa
8. Bali Villas
9. Bali Indo Wedding
10. Uluwatu Resort
11. Gobleg In
12. Pondok Pugir
13. Jakco House
14. Sandat Mas Cottages
15. Fortune Surf Camp
16. Tanah at Ulus
17. Suluban Villa
18. Gland Jojo’S Surf Camp
19. Blue Point
20. The Lagen Clif
21. The Gong Warung
22. Tirtha Bridal
23. Puri Bali
24. Rumah tinggal Roberto Borneto
25. Rumah tinggal Ketut Widana
Sumber : Detik.com
Berkorban Itu Indah
October 24, 2010 by Artawan
Filed under Renungan Hidup
Telah dua musim hujan berlalu sehingga di mana-mana tampak pepohonan menghijau. Keliatan seekor ulat di antara dedaunan yang menghijau bergoyang-goyang di terpa angin.
“Apa kabar daun hijau” katanya….
Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang.
“Oh…kamu ulat, badanmu keliatan kurus dan kecil…mengapa ?” tanya daun hijau.
“Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku, bolehkan engkau membantuku sahabat?” kata ulat kecil.
“Tentu…tentu, dekatlah kemari”
Daun hijau berpikir, “Jika aku memberikan sedikit saja daunku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau. Hanya saja aku akan kelihatan berlubang-lubang…tapi tak apalah.”
Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju ke daun hijau. Setelah makan dengan kenyang ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan sebagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekali pun tubuhnya kini berlubang di sana sini namun ia bahagia dapat melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah dan di sapu orang dan dibakar.
Renungan
Apa yang berarti di kehidupan kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama? Nah..akhirnya semua yang ada akan mati bagi sesamanya yang tidak menutup mata ketika sesamanya dalam kesukaran. Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak meminta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak melupakan kepentingan diri sendiri.
Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi orang lain memang tidak mudah, tetapi indah. Ketika berkorban diri kita sendiri menjadi seperti daun hijau yang berlubang namun sebenarnya itu tidak mempengaruhi kehidupan kita, kita akan tetap hijau… Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita.

