Property Bali Jadi Incaran Broker Asing

DPD AREBI BaliKeberadaan Developer Asing di Bali belakangan ini sangat dominan, para pemilik modal asing bahkan berpotensi merebut pasar yang ada. Para broker ini juga langsung memasarkan produknya kepada masyarakat. Adanya broker asing yang merambat ke Bali akibat dampak dari banyaknya wisatawan dan warga asing yang tinggal di Pulau Bali.
Menurut Sekjen Asosiasi Real Estate Broker Indonesia AREBI Bapak Hartono Sarwono di Denpasar.  Bali memiliki katakter sendiri karenanya banyak broker asing beraktivitas di bali. Apalagi di bali memang banyak tinggal orang asing dan wisatawan.  Kami ajak mereka untuk menjadi lokal dengan ikut menjaga bali.
Kendati demikian keberadaan broker asing yang beroperasi di bali juga harus dikenakan pajak. Kehadiran mereka di bali tidak boleh mendapatkan keistimewaan dari pemerintah dalam hal pajak karena banyak dari mereka melakukan aktivitasnya secara sembunyi  – sembunyi. Kita banyak kehilangan pajak dari broker asing illegal tersebut. Menurutnya terbentuknya AREBI di Bali diharapkan mampu menata persaingan dan keberadaan broker asing dan broker local agar lebih teratur. Asosiasi Real Estate Broker Indonesia ini juga menjaga etika para broker agar tidak saling gontok – gontokan sebaliknya Brokrer Lokal bisa memacu dan meningkatkan kualitas dirinya. Caranya bisa senantiasa mengadakan dan mengikuti pelatihan – pelatihan dan seminar tentang bisnis property yang up to date hingga saat ini jumlah broker tergabung dalam AREBI mencapai 394 broker. Kehadiran AREBI untuk meningkatkan daya saing broker local agar lebih maju dan kuat.
Ketua AREBI Bali yaitu Bapak Putu Subadha Kusuma mengatakan jumlah Broker di Bali sangat banyak. Anggota AREBI Bali telah mencapai 65 anggota dari 15 perusahaan dan sejumlah broker dari Perusahaan Besar telah masuk menjadi anggota.
Pihak AREBI Bali akan segera mengadakan sertifikasi kepada broker yang menjadi anggota. Program pertama  konsentrasi sertifikasi anggota untuk Lisensi Broker.  Sebagian dari Anggota AREBI sudah mempunyai Lisensi dan sebagian lagi segera menyusul. Dengan Terbentuknya kepengurusan AREBI Bali ini akan memudahkan komunikasi serta kerjasama antar broker yang ada di Bali yang dominan berasal dari Perusahaan Besar.


Sertifikasi AREBI

April 18, 2013 by  
Filed under Seputar Agent

Dotlahpis Bali Property – Belakangan ini Sertifikasi dari Asosiasi Real Estate Broker Indonesia – AREBI perlu diadakan untuk menstandarkan kinerja Broker yang semakin tumbuh dari berbagai kalangan. Menteri Perdagangan R.I. dari Mari Elka Pangestu telah menerbitkan peraturan No. 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang perusahaan perantara perdagangan properti. Inilah babak baru bagi bisnis perantara jual-beli sewa properti di Indonesia. Setelah sekian lama berjalan tanpa aturan main, akhirnya pemerintah menganggap penting untuk mengatur para pelaku bisnis tersebut.

Terbitnya beleid ini tak lepas dari desakan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) dari sejak berdirinya di tahun 1992. Hal itu dianggap penting, apalagi setelah bisnis yang menyerap banyak tenaga kerja ini booming pasca krismon. Kantor broker tumbuh bak jamur di musim hujan, akibatnya persaingan menjadi sangat ketat. Per­­­saingan tanpa aturan jelas membuat para pelakunya bisa berlaku seenaknya. Perang komisi, mark-up harga, tidak melaporkan transaksi, adalah hal-hal yang selama ini mewarnai gelanggang bisnis ini.

Ujung-ujungnya konsumen yang dirugikan. Sebab, dengan komisi yang tak rasional, membuat para broker tidak bisa menutupi biaya operasional mereka. Akibatnya kualitas pelayanan yang diberikan ke konsumen sangat rendah. Untuk menutupi ongkos operasional tadi, bahkan ada yang berani me-mark-up harga properti yang masuk listingnya, tentu tanpa sepengetahuan si pemilik. Selisih harga itulah yang dikantongi broker. Yang lebih besar, karena tidak melaporkan nilai transaksi yang sebenarnya, berarti pemasukan ke kas negara dari pajak hilang yang bisa dikenai pasal hukum pelanggaran pajak. Jadi,  “Aturan ini untuk melindungi semua pihak yang terkait dengan  bisnis itu,” ujar Zainal Arifin, Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan.

Layaknya regulasi baru, maka Departemen Perdagangan akan melakukan sosialisasi, persiapan, dan pembinaan kepada perusahaan broker dan jasa penjualan properti selama setahun sebelum efektif menerapkannya.

Ada banyak hal yang diatur dalam Permendag No 33 tahun 2008 tersebut. Antara lain yang paling penting adalah setiap perusahaan broker harus mengantongi Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4). Izin tersebut dikeluarkan oleh Direktur Bina Usaha Dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan. SIU-P4 dan setiap lima tahun SIU-P4 harus didaftar ulang.

Untuk mendapatkannya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, memiliki paling sedikit 2 orang tenaga ahli sebagai pimpinan perusahaan dan seorang broker properti. “Semua bentuk perusahaan bisa mengajukan SIU-P4, baik berbentuk PT, CV, koperasi, firma, ataupun perorangan. Jadi broker tradisonal juga diakomodir dalam peraturan ini,” ujar Tirta Setiawan, Ketua Umum AREBI.

Dengan telah memegang SIU-P4, setiap perusahaan wajib menyampaikan laporan kegiatan perusahaan, seperti hasil penjualan tahunan, kepada Direktur Direktur Bina Usaha Dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan,  setiap satu tahun sekali. “Kami berharap untuk mengurus SIU-P4 tidak dikenakan biaya,” ujar Darmadi Darmawangsa, Sekjen AREBI yang juga President Director ERA Indonesia.

Selain itu, baik pemimpin perusahaan maupun broker harus memiliki sertifikat.  Nah, untuk itu AREBI akan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP inilah yang kelak akan mengeluarkan sertifikat tersebut dan hanya diberikan kepada pimpinan perusahaan maupun broker yang lolos uji.
Agar tingkat pengetahuan soal brokerage bisa standar, “Kami juga akan membuat lembaga pendidikan, yang berada di luar AREBI,” kata Tirta. Lembaga pendidikan itu, tambah Tirta, bisa bekerjasama dengan siapa saja. Pada dasarnya semua wajib mengikuti pendidikan tersebut, namun bagi mereka yang bergabung dengan perusahaan broker properti yang sudah memiliki program training, tidak perlu mengikuti. Biasanya yang sudah punya adalah perusahaan besar dan waralaba dari luar negeri, seperti ERA Indonesia, Ray White Indonesia dan Century 21 Indonesia.

Soal pelatihan ini sendiri, sebelum peraturan itu keluar, AREBI telah melakukan sembilan kali pelatihan dan sudah mengeluarkan sekitar seribu sertifikat. “Sertifikat yang sudah dikeluarkan AREBI tersebut bisa didaftarkan ulang ke LSP. Jadi pemegangnya, tidak perlu ikut ujian lagi di LSP,” papar Tirta. Karena LSP terbentuk sekitar 3-6 bulan lagi, imbuh Tirta, pimpinan perusahaan maupun broker bisa ikut training dulu di AREBI.   Menurut hitungan Tirta masih ada 5 sampai 10 ribu orang lagi dari mereka yang belum memiliki sertifikat dari AREBI.
Selain soal ijin, peraturan ini juga melarang perusahaan asing melakukan kegiatan usaha perantara perdagangan properti. “Perusahaan yang ada kepemilikan asingnya tidak boleh beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini harus bekerjasama dengan perusahaan broker lokal yang bersertifikat,” kata Tirta, mengutip Pasal 8. Menurutnya, hal ini sudah lumrah diatur di banyak negara lain.

Selama ini, kata Tirta, banyak broker asing, baik secara terang-terangan maupun diam-diam, yang menjual produk properti Indonesia kepada konsumen luar negeri. “Paling marak terutama di Bali. Banyak tanah dan rumah yang sudah pindah kepemilikan secara gelap. Ini harus ditertibkan,” tandasnya. Hal ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Pulau Dewata yang makin dipenuhi proyek private villas dan memang menyasar pasar orang asing, di Jakarta dan Surabaya pun sudah ada. Tak beda dengan di Bali, mereka juga memasarkan properti Indonesia kepada konsumen asing, selain juga menawarkan properti di luar negeri kepada konsumen kita.

Sesuai Pasal 8, jika perusahaan asing itu mau “masuk” Indonesia, maka kerja sama dengan perusahaan nasional itu hanya melalui sistem waralaba sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Aturan yang dimaksud ini adalah tentang perusahaan waralaba yang sudah terbit lebih dulu. Dalam peraturan tersebut, perusahaan waralaba harus melaporkan hasil kegiatan usahanya setiap beberapa periode. “Ini untuk melindungi pengusaha lokal yang ingin membeli merk asing. Sudah dua merek yang masuk dan kemudian tidak jelas, sehingga mengecewakan banyak pembelinya,” papar Tirta.

Peraturan menteri soal broker properti ini juga mengatur tentang komisi yang diterima broker properti. Jumlahnya paling sedikit 2% dari nilai transaksi. Demikian Pasal 10 ayat 2. Aturan ini tentunya, “Supaya broker bisa mendapatkan balas jasa yang cukup untuk kegiatan operasionalnya, sehingga bisa memberi pelayanan yang baik dan tidak menipu konsumen,” jelas Tirta.

Agar pasar properti sehat, dan tidak ada konsumen yang ditipu, perusahaan perantara perdagangan properti dilarang untuk  memberikan data atau informasi secara tidak benar, atau tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Selain itu tidak boleh  menawarkan, mempromosikan, mengiklankan, memberikan janji atau jaminan yang belum pasti, atau membuat pernyataan yang menyesatkan. Juga dilarang melakukan praktek monopoli atau persaingan usaha yang tidak jujur. Jika hal itu dilanggar, sanksi yang dikenakan hingga hukum pidana.

Aturan dibuat tentunya dimaksudkan agar usaha ini bisa berjalan sesuai dengan kaidah bisnis yang beretika. Semoga bisnis properti menjadi lebih baik di masa datang dengan adanya aturan ini,” harap Nurmala Dewi, pemilik agen properti lokal Selaras Properti. Dan, “Hanya broker yang bermental preman yang tidak senang dengan adanya aturan. Broker seperti ini yang akan merusak bisnis broker properti di masa datang,” kata Tirta.  Sumber :http://www.properti-indonesia.com


Menjelang Musda REI Bali Melakukan Kunjungan Sosial

April 12, 2011 by  
Filed under Seputar Agent, Tips Property

REI BaliRombongan DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali menggelar serangkaian program kepedulian masyarakat, Sabtu (9/4) kemarin. Kunjungan sosial berupa kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilakukan di dua tempat yakni YPAC Jimbaran dan Panti Sosial Tresna Werda Wana Sraya Denpasar.

Di Panti Sosial Tresna Werda Wana Sraya, Denpasar, rombongan yang dipimpin Ketua Musda DPD REI Bali I Wayan Suandra menyerahkan sejumlah bantuan uang tunai dan obat-obatan. Selain itu, rombongan juga masimakrama dengan menggelar dialog ringan untuk memberikan semangat kepada para orangtua. Rombongan juga sempat mengapresiasi hiburan yang disajikan oleh para orangtua yang berada di panti sosial.

Wayan Suandra mengatakan, bakti sosial ini dalam rangka Musda DPD REI Bali yang akan digelar 13-14 April nanti. REI Bali menyempatkan diri di sela-sela kesibukan Musda untuk membantu sesama. Selain ke panti, pihaknya juga menggelar kegiatan olahraga dan donor darah. Diharapkan, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat. ”Hanya ini yang bisa kami berikan. Kami tidak bisa berbuat banyak. Namun demikian kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Selanjutnya dia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan bantuan di antaranya melakukan perbaikan terhadap Panti Sosial Tresna Werda Wana Sraya. Sehingga para orangtua bisa lebih betah dalam melaksanakan kegiatannya.

Khusus mengenai Musda REI Bali, pihaknya berharap agar Musda dapat berjalan lancar. Dari Musda nanti, diharapkan muncul figur pemimpin yang memiliki loyalitas serta dapat membangun sinergi dengan pemerintah daerah maupun masyarakat sehingga ke depannya dapat lebih berkontribusi terhadap pembangunan Bali.

Sementara itu, Kepala UPT Pelayaan Sosial Dinsos Provinsi Bali Nym. Retnaningsih didampingi Kasi Penyantunan Lanjut Usia I Gst. Ayu Trisnawati menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosial yang digelar REI Bali. ”Para orangtua sangat antusias dan berterima kasih atas kunjungan REI,” ujar Trisnawati.

Sebagai inormasi, di hari pertama Musda, akan digelar gala dinner yang dirangkaikan talkshow dan succes story dengan mendatangkan Handaka Santosa dari CEO senayan City dan Alex P. Candra.


Tips Menjual Properti

February 10, 2011 by  
Filed under Seputar Agent

I Made Artawan Pengelola Website Dotlahpis Bali PropertiTips Menjual Properti di Bali. Menjual Properti memang gampang – gampang susah. Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti : Pertimbangan Harga, Luasan properti, Keidealan Potongan properti, Posisi Properti ini kalau dari segi fisik sedangkan non fisiknya tentu dari faktor Legalitas kalau semua kreteria ini cocok menurut buyer, baru memungkinkan adanya closing atau penjualan.

Nah untuk mempercepat proses negosiasi yang mengarah kearah prosfek penjualan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :

1. Mempersiapkan penjualan: Pemilik sebaiknya mempersiapkan properti yang ingin dijual, seperti membuat kondisi properti dalam keadaan rapi, bersih, terawat baik di bagian luar dan dalam cth jual apartemen. Hal ini untuk memberi kesan pertama yang baik terhadap calon pembel. Seringkali hal tersebut justru dapat menjadi nilai tawar dan menambah nilai jual properti tersebut.

2. Mempersiapkan kelengkapan semua dokumen bukti kepemilikan properti / Rumah Tinggal. Selain untuk memudahkan proses jual beli, keberadaan dokumen yang lengkap seperti sertifikat tanah dan bangunan akan membuat nilai tawar harga properti tersebut sesuai dengan yang diharapkan penjual. Hal itu juga akan menjadi pertimbangan calon pembeli, yang tidak ingin dipusingkan oleh legalitas maupun potensi sengketa properti tersebut di kemudian hari.

3. Survei harga jual properti / Rumah Tinggal: Pemilik harus mengetahui harga jual properti di kawasan tersebut. Biasanya harga jual properti ditentukan oleh nilai jual objek pajak (NJOP). Namun bisa juga dilakukan dengan melakukan survei harga jual properti ke beberapa agen properti yang beroperasi di kawasan tersebut. Berdasarkan harga tersebut, pemilik dapat menentukan harga jual yang diinginkannya.

4. Tentukan agen properti: Pilihlah agen properti ternama dan profesional di bidangnya misalnya I Made Artawan Pengelola Website Dotlahpis Bali Properti (www.dotlahpis.com) Phone :  0361 – 868 9190  Mobile : 081 7971 2979  e-Mail : artawan@dotlahpis.com  Sekalian promosi ceritanya hehehehe…. Jangan memercayakan penjualan properti kepada perantara atau calo perseorangan yang berupaya mengambil keuntungan dari pihak penjual maupun pembeli.

5. Pasang papan tanda dijual (misalnya Rumah Dijual / Jual Rumah) Untuk menjual rumah anda atau menjual apartemen, anda harus melakukan promosi agar rumah anda diketahui sedang dijual.


Bali Menjadi Tuan Rumah FIABCI Ke-61

Dotlahpis Bali Properti - DPD REI BALIMendukung Pemulihan Bisnis Properti di Bali. Atas perjuangan yang gigih dari DPP Real Estat Indonesia (REI) Pusat dan DPD REI Bali melalui pemilihan yang cukup alot dalam acara meeting di Dubai, Oktober 2009 lalu, alhirnya tiga negara telah ditetapkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Kongres FIABCI 2010 yakni Italia, Norwegia dan Indonesia.

Setelah Italia mundur, dan masih dilakukan pemungutan suara anggota FIABCI, ternyata Indonesia (Bali) mendapat pilihan mutlak. Kepercayaan ini harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik, sehingga sasaran utama terhadap pebisnis properti dunia menaruh kepercayaan Bali dan Indonesia pada umumnya.

”Berkat kepercayaan tersebut diyakini bisnis properti akan booming. Akan banyak investasi yang dilakukan orang asing maupun lokal,” kata Ketua Umum DPP REI Ir. F. Teguh Satria, M.M. yang didampingi Sekjen DPP Alwi Bagir Mulachela dan Ketua DPD REI Bali Ir. A.A. Made Sukhadana Wendha serta pengurus DPD REI Bali lainnya, Selasa (1/12) lalu pada acara sosialisasi persiapan kegiatan World Kongres FIABCI di Aula Kantor DPD REI Bali.

World Kongres FIABCI ke-61 tahun 2010 akan terlaksana akhir Mei di The Grand Hyatt Hotel Nusa Dua, Bali. Menurut Teguh, pada event internasional ini akan melibatkan peserta sampai ribuan orang. Untuk target peserta dari luar negeri sebanyak 400 orang (belum ditambah keluarga masing-masing peserta) yang jumlahnya bisa empat kali lipat lagi. Peserta dari seluruh Indonesia bisa mencapai di atas 500 orang.

Untuk itu pelaksanaan kegiatan akbar ini harus dijaga, sehingga semua peserta merasa puas melakukan meeting di Bali. Hal ini akan membuat citra Bali dan Indonesia umumnya akan bertambah baik.

”Kami yakin peserta yang datang ke Bali jumlahnya akan banyak, sebab dari 124 negara di dunia sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan meeting di Bali. Untuk itu, kesempatan baik ini agar dimanfaatkan oleh masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya. Paling tidak akan terjadi peningkatan investasi di bidang properti,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Bali Sukhadana Wendha yang akrab dipanggil Agung Indra menyatakan siap membantu pelaksanaan event internasional ini. Hal ini akan dilakukan bersama pengurus dan anggota REI Bali lainnya.

Setelah bersosialisasi ke DPD REI Bali, pengurus DPP REI Pusat yang didampingi pengurus DPD REI Bali beraudiensi ke rumah jabatan Gubernur Bali. Rombongan langsung diterima Gubernur Bali Mangku Pastika, dan langsung memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggaraan event bertaraf internasional.

Mangku Pastika langsung memberikan dukungan dan mengharapkan dengan pelaksanaan World Kongres FIABCI 2010 nanti berdampak positif terkait bisnis properti di Bali. sumber Bali Post


Memilih Agen Properti Yang Tepat di Bali

February 9, 2010 by  
Filed under Seputar Agent

Memilih Agen Properti Yang Tepat di BaliJumlah agen properti sekarang ini di Bali dari yang profesional sampai baru memulai usaha bisnis properti saat ini sangat banyak. Jika salah pilih bisa jadi Anda akan menemui kerugian dan penyesalan. Oleh karena itu selektif dalam memilih agen properti di Bali mutlak diperlukan, sehingga kerjasama tersebut bisa saling menguntungkan.

Beberapa faktor yang perlu menjadi pertimbangan pemilik dalam memilih agen properti yaitu :

  1. Agen properti yang terdaftar dan berlisensi.
  2. Catatan transaksi yang baik dan berprestasi.
  3. Memiliki jaringan yang luas, jika pemilik ingin memasarkan properti di luar negeri maka harus memilih agen yang memunyai jaringan nasional dan internasional.
  4. Mendapatkan dukungan penuh dari kantor agen, berupa kerjasama dengan lembaga hokum, appraisal, periklanan, dan bank.
  5. Profesionalitas agen. Seorang agen yang profesional dan mengerti kebutuhan pemilik properti.
  6. Adanya kenyamanan dari seorang agen dengan menunjukkan bukti prestasi penjualan properti yang telah diraih dan jumlah transaksi yang pernah terjadi.

Seorang agen yang professional harus memiliki kemampuan dasar seperti :

  1. Mengenal daerah / lokasi properti pemilik dengan baik, seperti fasilitas-fasilitas yang mungkin diperlukan.
  2. Memunyai akses informasi data listing yang selalu up date.
  3. Memiliki pengetahuan dalam mencari properti yang tepat.
  4. Turut membantu perhitungan biaya perbaikan properti yang dibeli seandainya properti tersebut dalam keadaan kurang baik atau properti second.
  5. Memiliki pengertian akan kebutuhan dan kepuasan dalam melakukan transaksi.

Pertimbangan dalam Menawar Rumah

February 5, 2010 by  
Filed under Seputar Agent

Cara Menawar Harga Rumah oleh DotlahpisBagi anda yang ingin membeli rumah, tolong pastikan dulu anda mendapatkan harga yang sesuai, jangan sampai malah mendapatkan rumah dengan harga yang mahal namun minim fasilitas. Ada beberapa cara yang dapat anda terapkan untuk mendapatkan harga rumah yang pantas.

  1. Perhatikan kondisi bangunan rumah yang akan Anda beli. Cermati secara detil apakah diperlukan banyak renovasi pada bangunan tersebut.
  2. Cari tahu sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual. Dari sini Anda dapat melihat gambaran tentang respon calon pembeli lainnya. Jika rumah tersebut sudah ditawarkan  dalam waktu yang lama, ada kemungkinan si pemilik sudah ingin melepas rumah tersebut segera dan kesempatan ini bisa Anda manfaatkan.
  3. Cari informasi tentang harga rumah yang ditawarkan tersebut dan bandingkan dengan harga beberapa rumah di sekitar, apakah mendekati sama atau tidak. Tentunya Anda harus membandingkan dengan type yang sejenis, dan dengan mengetahui harga rumah rata-rata di wilayah tersebut, maka dengan mudah Anda dapat menentukan penawaran harga.
  4. Temukan alasan kenapa rumah tersebut dijual agar Anda dapat menentukan jumlah penawaran awal. Apakah rumah tersebut dijual karena kebutuhan mendesak pemilik atau hanya untuk mendapat keuntungan dari investasi properti yang dia miliki.

Setelah mendapatkan informasi-informasi tersebut Anda akan mendapat gambaran tentang harga standar dan informasi pendukung lainnya untuk rumah yang akan Anda beli. Berbekal informasi tersebut, lakukan penawaran harga kepada si pemilik. Tawarlah dengan harga yang sesuai atau mendekati dengan harga pasaran, dan untuk mencapai sepakat Anda diharuskan untuk jeli dan memiliki kemampuan negosiasi.


Pertimbangan dalam Membeli Rumah

February 5, 2010 by  
Filed under Seputar Agent

Pertimbangan dalam Membeli Rumah oleh DotlahpisMenentukan pilihan dalam membeli  rumah bagaikan mencari jodoh. Sebelum kita membeli rumah, sebaiknya kita menetapkan dulu tujuan rumah yang akan dibeli.

1. Tujuan Membeli Rumah :
a. Ditempati
b. Disewakan
c. Dijual kembali

2. Lokasi Rumah :

a. Dekat kantor/tempat usaha
b. Dekat stasiun, terminal, akses jalan tol
c. Lingkungan yang tenang dan jauh dari kesibukan

Berkaitan dengan poin nomor 2, tentunya bila dekat dengan stasiun, terminal atau jalan tol biasanya harga akan lebih mahal. Dekat dengan kantor biasanya di tengah kota, harganya selangit. Dus karena akibat di atas maka kita perlu menetapkan anggaran.

3. Tetapkan Anggaran :

a. Rumah di bawah 100juta
b. Rumah antara 100-200juta
c. Rumah di atas 200juta

Berikut simulasinya :
Rumah 100jutaan di tengah kota seperti sudah jarang ada. Di pinggiran Jakarta pun tanah dan bangunan sekitar 60m2, harganya sudah mencapai 200juta. Radius 40km dari Jakarta, misalnya daerah Cileungsi (Bogor, Timur Cibubur), Cisauk (Banteng, Barat Serpong), Cibinong (Bogor, Selatan Depok), Cikarang (Bekasi, Timur Bekasi), harganya ada yang berkisaran 100juta.

Selanjutnya perlu dipikirkan transportasi ke tempat kerja.

Bus
Bersiap-siaplah naik turun beberapa kali dan mengeluarkan ongkos lebih. Dari depan rumah naik ojek ke depan gerbang rumah. Lalu naik angkutan ke terminal bus. Dari terminal bus ke pusat kota, dan mungkin turun lagi untuk naik angkutan lain. Waktu yang ditempuh bisa 2 jam di jalan.

Kereta Api
Ini adalah angkutan massal yang ideal namun belum nyaman dan tepat waktu. Untuk perumahan yang dekat dengan stasiun kereta memang merupakan pertimbangan utama bagi mereka yang kerja di pusat kota.

Motor
Siapkan fisik dan mental. Memang motor merupakan kendaraan yang cepat dan hemat bahan bakar. Waktu tempuh bisa lebih cepat dari pada bus. Namun semakin ke pusat kota semakin banyak pula yang berpikiran sama yakni lebih cepat naik motor.

Mobil
Memang lebih nyaman. Tidak kepanasan dan kehujanan. Sayang jalan tol semakin mahal tiap 2 tahun rencananya akan naik sesuai inflasi (inflasi + keuntungan). Tarif jalan tol berbeda-beda, jadi jangan berharap kenaikannya tetap. Ambil contoh bila lokasi rumah di daerah Jatiasih, Bekasi sedangkan kantor di Thamrin, sebelum naik, tarif tol dalam kota 5.500, tol JORR 6.000, masuk jagorawi 1.500 (total 13.000) ketika naik menjadi 6.500, 7.000, dan 2.000 (total menjadi 15.500). Kenaikan mencapai 19%. Sedangkan inflasi 2 tahun mencapai 15%.

Jadi pertimbangkan dengan baik. Akses dekat dengan jalan tol, pasti perumahan tersebut penghuninya bakal menggunakan mobil. Tambah macet di pintu masuk tol pada pagi hari.

Dekat stasiun dan terminal bus adalah pilihan yang terbaik, daripada melaju dengan sepeda motor maupun mobil pribadi. Pulang-pergi 80-100km sehari dengan waktu tempuh 2-3 jam di jalan plus street justice tentu kurang menyenangkan.

Pilihan lain adalah membeli apartemen menengah. Harganya sekitar 150-200jutaan. Harga murah tentu luasnya hanya berkisar 20m2. Tinggal di apartemen perlu penyesuaian. Karena tinggal dalam bangunan bersama.


Tips Cepat Menjual Properti di Bali

February 5, 2010 by  
Filed under Seputar Agent

Tips Cepat Menjual Properti di Bali oleh DotlahpisDalam sajian berikut akan diberikan beberapa tips menjual properti di bali supaya Properti anda terjual dengan cepat. Bisnis properti merupakan bisnis yang kompetitif karena pemilik properti harus bersaing ekstra dengan pemilik atau agen properti lain agar tetap bertahan. Banyak tips atau seminar yang sudah diselenggarakan oleh penyedia jasa penjualan atau properti namun ada beberapa trik yang bisa Anda terapkan agar properti cepat terjual.

1. Harga Yang Wajar

Mematok harga yang wajar, dalam artian harga tertinggi bagi calon pembeli. Jangan sesekali menawarkan harga jauh diatas pasar daerah sekitar, karena calon pembeli Anda tidaklah bodoh. Untuk mendapatkan kisaran harga yang wajar, Anda dapat mencari tahu kisaran harga properti di derah tersebut.

2. Berikan Tampilan Yang Menarik

Calon pembeli biasanya akan menilai properti yang Anda tawarkan dari pandangan pertamanya. Yah.. cinta pada pandangan pertama tidak bisa dipungkiri. Setelah menilai penampilan keseluruhan barulah ia akan menilai secara detail. Oleh karena itu jangan ragu untuk memoles properti Anda dengan tampilan yang menarik, seperti taman, mengganti plafon yang menguning, melap kaca jendela, dan lain sebagainya.

3. Gunakan Media Promosi

Properti yang bagus tanpa adanya promosi tidak akan mendatangkan calon pembeli, oleh karena itu Anda dituntut untuk lebih aktif dalam memromosikannyadi berbagai media. Biasanya agen properti memromosikan properti mereka di media massa seperti koran, majalah, website, spanduk, brosur, serta open house. Dengan begitu maka peluang untuk menjual properti lebih banyak semakin terbuka.

4. Fasilitas dan Akses Properti

Fasilitas dalam suatu perumahan atau properti yang anda jual bisa memberikan nilai lebih, seperti sekolah, sarana olah raga, ibadah, tempat rekreasi, dan fasilitas lain. Akses menuju lokasi properti yang Anda jual juga menjadi pertimbangan seseorang untuk membeli atau tidak. Apakah mudah dilalui, tersedia angkutan umum, dilalui jalur 3 in 1, atau kemungkinan akses lain. Jika sudah menemukan fasilitas dan akses properti Anda, maka sah-sah saja jika ingin menambahkan nilai. Namun jika properti Anda tidak memiliki fasilitas yang dapat diunggulkan maka ini bisa menjadi bumerang. Oleh karena itu telitilah dalam memberikan harga.


Menggunakan Jasa Agen Properti

February 5, 2010 by  
Filed under Seputar Agent

Menggunakan Jasa Agen Properti oleh DotlahpisSeiring dengan perkembangan properti yang marak di Bali dan wilayah lainnya di Indonesia. Sudah saatnya owner properti menggunakan jasa agen properti untuk menjual propertinya karena melalui jasa agen sangat dibutuhkan untuk meringankan pemilik properti, penjualan properti dalam jaringan agen yang luas dapat memercepat terjualnya properti Anda.

Dalam satu wilayah biasanya satu orang agen memiliki jaringan hingga beberapa kota. Seperti agen properti yang berkantor di Jakarta Barat, juga akan memiliki properti di daerah Jakarta Selatan, Utara, Timur hingga pinggiran Jakarta seperti Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, sampai ke Bali.

Keuntungan lain jika menggunakan jasa agen yaitu Anda tidak perlu dipusingkan lagi dengan masalah dokumen-dokumen properti karena semuanya akan diurus langsung, dan berikut keuntungan yang lain.

1. Menetapkan Harga Jual Properti.

Menentukan harga properti bisa dibilang gampang-gampang susah. Jika Anda mengetahui tekniknya tentu ini bukanlah hal yang membingungkan, namun jika tidak salah-salah properti Anda tidak akan laku terjual.

2. Jaringan Luas.

Walaupun Anda sangat aktif dan memiliki jaringan yang luas bukan berarti properti yang Anda jual akan laku dengan sendirinya. Biasanya tiap agen memiliki jaringan khusus para pembeli properti, oleh karena itu keunggulan mereka dapat anda manfaatkan.

3. Promosi Yang Efektif

Agen properti sudah terbiasa dalam menangani jual beli ataupun proses sewa menyewa, sehingga mereka pasti lebih paham dalam mengatur strategi promosi.

4. Menyiapkan Dokumen

Untuk Anda yang sibuk dan memiliki jadwal padat, mengurus dokumen-dokumen kelengkapan properti sangat menyita waktu. Dengan agen properti, semua bukan masalah lagi. Agen akan membantu Anda dalam melengkapi dokumen, Akta Jual Beli, proses balik nama, dan dokumen-domen penunjang lain.

5. Data Calon Pembeli

Bagi mereka yang terbiasa dalam bisnis properti sudah barang tentu memiliki target pasar yang dituju. Tidak jarang juga agen properti akan berebut pembeli untuk jenis properti yang sama, dan properti Anda semakin cepat terjual.


Next Page »