Nuansa Coffee Brown

August 14, 2010 by  
Filed under Ruang Tamu, Tips Property

Nuansa Coffee BrownMempunyai ruang keluarga berwarna coffee brown membawa anda seakan kembali ke masa sekitar tahun 1980an dan awal 1990an. Menuju milenium kedua warna ini sempat dianggap ketinggalan zaman. Tapi sekarang, trend menunjukkan gejala kembalinya si coffee brown .

Istilah back to 80′s  tidak cuma berlaku di dunia fesyen. Gaya tatanan interior pun mengaplikasikan prinsip yang sama. Tren selalu berputar, paling tidak begitulah menurut salah satu desainer interior, dari Artura Insanindo, Diana Nazir. Sedikit disinggung oleh desainer yang kerap mengerjakan proyek hotel dan vila ini, bahwa tahun 2011, warna-warna coffee brown  bisa jadi hit  lagi.

Tapi tetap perhatikan padu padan dan tatanannya, agar rumah tetap “berada” di tahun 2011, meski bergaya ’80an. Maksudnya, padukan si coffee brown  dengan warna lain yang lebih kekinian. Misalnya, sofa coffee brown  jangan dibiarkan “mati” dengan paduan serba cokelat. Padukan dengan cushion  berwarna cerah.

Kalaupun tetap ingin bermain dengan gradasi cokelat, tidak masalah, bermainlah dengan material atau bahan. Ruang duduk di foto ini, misalnya. Semuanya serba cokelat. Sofa, karpet, gorden, dinding, lantai, hingga cushion , semuanya gradasi cokelat. Sebagai penanda kekinian, dipilihlan kain cushion dengan tampilan silk look . Selain membuat tampak modern, juga tampil mewah. Tampilan modern lainnya tampak dari pemilihan warna hitam untuk meja sudut. Material kaca juga sangat membantu menciptakan efek mewah dan modern. Itu sebabnya, lampu berornamen rangkaian kristal serupa air hujan, ditempatkan di sini.

Aksesori atau hiasanya berbahan metal, juga bisa memberi kesan modern. Jadi, meski didominasi warna ’80an, tampilan tetap modern. Penasaran ingin mencoba? Sofa peninggalan orang tua boleh jadi objek percobaan. Selamat bereksperimen dengan gaya. sumber idea


Gorden Cantik Dengan Renda

July 7, 2010 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

Gorden Cantik Dengan RendaGorden bisa dipercantik dengan menambahkan renda. Renda yang kita kenal tidak hanya untuk busana. Elemen percantikan ini juga bisa diterapkan untuk gorden.

Renda atau lace, dan pita sudah diakui keindahannya sejak berabad silam. Pada masa ratu Victoria, yang dikenal sebagai era kejayaan Inggris (sepanjang abad 19), misalnya, aneka corak renda dan pita banyak digunakan sebagai detail untuk memperindah busana kerajaan. Aplikasi renda itu telah mengilhami para pe­rancang busana, untuk menerapkan hal serupa pada pakaian, yang kemudian dikenal sebagai Victorian Style.

Penggunaan renda dan pita tak terbatas hanya pada busana tapi juga untuk berbagai keperluan pernak pernik interior. Antara lain untuk sprei, taplak meja, dan tirai. Keindahan renda dan pita seakan tak pernah tertelan zaman. Sampai saat ini renda dan pita tetap dikagumi dan digemari. Renda dan pita bahkan merupakan material pendukung utama dari seni kerajinan tangan, termasuk untuk pembuatan tirai.

Pemasangan renda yang tepat, baik itu renda air maupun renda katun lainnya yang kaya akan corak dan warna, sangat mempengaruhi nilai akhir pada se­lem­bar tirai. Apalagi jika renda itu memiliki karakter kuat, seperti bercorak dan bertekstur unik, bergelombang pada tepinya, atau memiliki warna yang khas. Jika diaplikasikan pada tirai berbahan polos, renda akan tampil sangat menonjol.

Pita bukan untuk pengikat rambut atau bungkus kado saja. Warna dan coraknya se­makin kaya. Mulai dari corak klasik, seperti kotak-kotak dan garis, sampai yang ber­corak kontemporer. Warna­nya te­rentang mulai dari yang lembut, keras, sampai emas dan perak yang mewah. Bentuknya pun tak hanya lurus tapi juga ber­gelombang (se­perti pita biku).

Sebagai aksen tirai, renda dan pita, berukuran ke­cil atau besar, bisa ditempatkan di mana saja. Pada bagian bawah, tengah, atau bagian atas tirai. Pemilihan warna renda dan pita dapat di­sesuaikan dengan warna tirai atau kontrasnya.

Jenis renda apa pun pada dasarnya bisa diguna­kan untuk tirai. Namun, sebaiknya, peng­gunaan renda dan pita disesuaikan dengan sifat bahan tirai itu sendiri. Renda katun, misalnya, akan terlihat pas jika dipadankan dengan tirai katun. Sebaliknya, renda sintetis atau renda air lebih cocok digunakan untuk jenis vitrase yang tipis melayang, sumber idea.


Ruangan Sejuk Tanpa AC

July 3, 2010 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

Ruangan Sejuk Tanpa ACAnda ingin menyejukkan ruangan tanpa Ac ? tentu saja bisa, berikut tips yang diperlukan yang membuat ruangan anda sejuk meskipun tanpa dilengkapi pendingin ruangan atau AC.

Jangan buru-buru pasang AC di ruang tidur! Ada lho solusi lain menyejukkannya. Lebih hemat, ramah lingkungan pula.

Ruangan yang selalu terasa panas pasti tak nyaman untuk ditinggali. Banyak orang ingin solusi mudah dan cepat, pilihan pun jatuh ke pendingin ruang (AC). Padahal sebelum menentukan solusi, ada baiknya kita tahu dulu akar permasalahannya.

Menurut Ir. Sukendro Sukendar, arsitek dari Nataneka Architects, ruangan yang terasa panas bisa disebabkan banyak hal. Kurangnya bukaan atau ventilasi adalah penyebab yang paling umum terjadi. Gara-gara jumlah ventilasi minim, maka tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ke luar ruangan. Inilah biang kerok penyebab suhu ruangan terasa panas.

Lalu, apakah sebuah jendela pada setiap ruangan sudah cukup? Ternyata belum. Masih menurut Sukendro, agar pertukaran udara dalam ruangan berjalan baik, perlu dibuat ventilasi silang (cross ventilation). Paling tidak, ada dua buah jendela atau bukaan yang saling berhadapan dalam satu ruangan.

Ventilasi silang memungkinkan udara mengalir dari dalam ke luar dan sebaliknya, tanpa harus mengendap terlebih duu, di dalam ruangan. Udara yang masuk dari satu jendela, akan langsung dialirkan keluar oleh jendela yang ada di hadapannya, dan berganti dengan udara baru, begitu seterusnya. Kalau sudah begini, tanpa AC pun ruangan tetap terasa sejuk.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ukuran jendela atau bukaan, yang harus seimbang dengan ukuran ruangan. Ruangan berukuran besar pastinya membutuhkan bukaan yang besar pula. Tak hanya membuat aliran udara membaik, bukaan besar juga memasukkan banyak cahaya matahari. Ruangan pun menjadi sehat dan terang, tanpa perlu menyalakan lampu di siang hari.

Coba liat kamar tidur Anda. Sudah punya ventilasi silang belum ya? Kalau sudah dan ruang nggak sejuk juga, baru pasanglah AC.  Sumber idea


Menciptakan Suasana Alam Dalam Ruangan

January 11, 2010 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

Dotlahpis - Menciptakan Suasana Alam Dalam RuanganMenciptakan suasana rumah bernuansa alami dan sejuk dalam ruangan sangat gampang yaitu dengan cara menempatkan sejumlah tanaman dalam pot dalam ruangan.

Keindahan tanaman dapat saja dinikmat di dalam ruang. Salah satu cara menghadirkannya adalah dengan menempatkan tanaman pot dalam ruangan. Apapun gaya penataannya, tanaman akan membuat ruangan lebih alami. Meski begitu, kita patut mencermati jenis-jenis tanaman yang dapat ditempatkan di dalam ruang.

Syarat utama menempatkan tanaman di dalam ruang adalah: pilih tanaman yang tidak berpotensi mencederai atau meracuni. Untuk itu hindari menempatkan tanaman berduri atau tanaman yang mengeluarkan bau/gas/getah beracun jika berada di ruang tertutup. Selain itu, juga pilihlah tanaman yang dapat hidup agak lama tanpa terkena sinar matahari langsung. Dengan begitu, Anda tak perlu mengeluarkan tanaman setiap hari agar ia memperoleh sinar matahari.

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah lokasi penempatan tanaman. Jika mungkin, tempatkan tanaman pada sudut ruang dekat jendela. Dengan begitu, tanaman dapat memperoleh sinar matahari tak langsung, sehingga proses fotosintesa tetap dapat berlangsung. Langkah ini juga dapat memperpanjang usia keberadaan tanaman di dalam ruangan.

Menempatkan tanaman di dalam ruangan juga dapat berfungsi untuk menambah jumlah oksigen dan menekan jumlah polutan pada udara. Untuk itu dapat ditempatkan tanaman dari jenis Spathiphyllum, Sansevieria, dan beberapa jenis pohon. Anda bisa menempatkan tanaman-tanaman ini untuk mengurangi racun dari asap rokok, jika kebetulan ada anggota keluarga yang merokok.

Untuk membuat ruang jadi sejuk, jangan takut menempatkan tanaman dalam jumlah lebih banyak. Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar soal bahaya menempatkan tanaman pot, di dalam rumah, khususnya pada malam hari. Berebut oksigen antara manusia dan tanaman, menjadi alasannya. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Tanaman sama seperti manusia, selalu bernafas, menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Tapi jumlah oksigen di udara masih jauh lebih banyak, daripada yang dibutuhkan oleh kita maupun tanaman, untuk bernafas. Jadi, gak perlu khawatir kehabisan oksigen karena berebut dengan tanaman. Terlebih lagi, hingga kini belum ada berita tentang kematian penghuni rumah akibat berebut udara dengan tanaman di dalam ruangan. source Idea Online


Ruang Keluarga Berwarna Coklat

November 5, 2009 by  
Filed under Ruang Tamu, Tips Property

Ruang Keluarga Berwarna Coklat dipostkan oleh Dotlahpis comWarna  coklat memang selalu menarik minat siapa saja karena coklat memang warna yang aman, netral, juga menggigit.

Dalam fashion ada pepatah “hitam tak pernah salah”. Artinya, hitam adalah warna yang paling aman dikenakan di mana pun dan kapan pun. Memang, hitam memiliki segala karakter yang dapat dimunculkan sesuai situasi.

Berbeda dengan fashion, dalam desain hunian, coklat-lah yang memegang peranan penting. Karakter warnanya yang dekat dengan tanah membuat coklat mampu menghangatkan suasana dan menimbulkan rasa nyaman, cocok sekali untuk ruang keluarga.

Mau membangun suasana natural dan elegan, bisa saja. Tak perlu repot campur warna sana-sini. Cukup gunakan beberapa tonal warna coklat, dari yang gelap hingga terang. Agar total, sekalian saja munculkan suasana bagai di taman. Pasang karpet yang bertekstur seperti hamparan rumput kering berwarna kecoklatan. Tempatkan sofa dengan warna coklat yang lebih tua, dan lengkapi dengan tirai berwarna senada.

Supaya ruangan tak terlalu gelap, gunakan coklat dalam tonal yang lebih lembut, misalnya krem pada dinding. Itu akan mencerahkan sekaligus melembutkan. Memberi hiasan dinding bertemakan taman boleh juga. Suasana pun menjadi lebih hidup.

Tambahkan tanaman hijau dan bunga untuk menyegarkan ruangan. Penuh coklat bukan berarti menghindari warna lain.  sumber (iDEAonline/Putri Dwimirnani)


5 Trik Menata Hiasan dalam Rumah

October 23, 2009 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

5 Trik Menata Hiasan dalam Rumah dipostkan oleh Dotlahpis comBanyak orang yang bingung bagaimana harus meletakkan benda-benda hiasan di dalam ruangan. Diletakkan tersendiri, jelek. Diletakkan berkelompok, juga nampak aneh. Agar tak kebingungan lagi, ikuti saja 5 trik berikut ini.

1. Jika meletakkan benda seni, foto atau lukisan di dinding, jangan meletakkannya di atas/melebihi ketinggian mata. Letakkan saja sekitar 150 cm dari lantai. Dengan cara ini foto atau lukisan Anda akan lebih nyaman dilihat.

2. Gunakan hiasan yang sesuai dengan skala ruangan. Pedoman yang umum digunakan adalah, gunakan 2/3 dari lebar dinding yang ada untuk berkreasi. Jika Anda tidak memiliki lukisan yang cukup besar, cobalah mengelompokkan beberapa barang dan letakkan secara berdekatan untuk memenuhi skala ruang yang ada.

3. Untuk menghindari kemonotonan, sebaiknya jangan meletakkan hiasan di rak meja dan rak di dinding berderet-deret seperti layaknya barisan tentara. Kemonotonan juga bisa timbul karena pengelompokan benda-benda yang sama persis. Jika memang harus menggunakan benda-benda yang sama, variasikan dengan menggunakan tinggi atau ukuran yang berbeda-beda.

4. Ada pedoman yang mengatakan ganjil lebih baik. Jadi, jika ingin melakukan pengelompokkan hiasan, letakkan hiasan dalam jumlah ganjil seperti 3, 5, dan seterusnya.

5. Usahakan dalam satu kelompok tidak terdapat perbedaan tekstur atau warna yang mencolok. Yang paling baik, kelompokkan benda-benda yang memiliki tekstur atau sifat yang mirip. sumber Nuniek S. Subagyo/Tabloid Rumah


5 Kiat Rumah Sejuk Tanpa AC

September 21, 2009 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

5 Kiat Rumah Sejuk Tanpa AC dipostkan oleh DotlahpisBukan hal yang mustahil menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Lebih hemat listrik dan ramah lingkungan. Simak beberapa kiatnya di sini.

Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas, terlebih lagi di area perkotaan, membuat Air Conditioner (AC) menjadi kebutuhan. Rasanya mustahil memiliki rumah tinggal yang sejuk dan nyaman, tanpa kehadirannya.

Dengan berkembangnya isu lingkungan, seperti pemanasan global, pemakaian AC pun menjadi salah satu yang memberi dampak negatif. Terutama dalam hal penggunaan energi listrik. Mengapa tidak mulai sekarang kita kurangi bahkan hilangkan sama sekali penggunaan AC.

Bukan hal yang mustahil kok menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Beberapa poin berikut mungkin bisa membantu, untuk Anda yang berniat mencoba.

1. Maksimalkan bukaan dan ventilasi

Untuk menciptakan rumah yang nyaman, sejuk, sekaligus sehat, aliran sirkulasi udara yang baik menjadi syarat mutlak. Sirkulasi udara yang seperti itu bisa didapat dengan menyediakan bukaan atau ventilasi yang cukup. Sehingga aliran udara masuk dan keluar, seimbang.

2. Minimalkan masuknya cahaya matahari siang

Di siang hari, saat matahari bersinar sangat terik, usahakan tidak terlalu banyak cahaya yang masuk. Pasalnya, cahaya matahari siang bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu ruangan. Salah satu caranya, lengkapi jendela dengan window shade. Window shade akan membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk. Sehingga dapat meminimalisasi meningkatnya suhu ruangan.

3. Jarak plafon dengan lantai cukup tinggi

Jarak ideal plafon dan lantai adalah 2,75m-4m. Bahkan ada pula beberapa hunian meninggikan plafon hingga 6m, pada beberapa ruangan. Hal ini disebabkan, ketinggian plafon memberikan ruang yang cukup untuk perputaran dan pertukaran udara. Selain itu, ia juga bisa mengurangi panas ruangan, yang diakibatkan mengalirnya endapan panas dari ruang bawah atap ke dalam ruangan.

4. Gunakan material atap yang memantulkan panas

Panas yang ditimbulkan dari masuknya cahaya matahari, bukan hanya dari jendela, juga atap. Oleh sebab itu, pilih material atap yang dapat memantulkan panas. Genteng keramik misalnya. Atau bisa juga menambahkan material insulasi pemantul dan peredam panas.

5. Buat kolam atau taman di area dalam rumah (innercourt)

Kolam dan taman dapat membantu menurunkan suhu ruangan. Agar tidak membuat udara dalam ruangan menjadi lembap, usahakan tetap ada sinar matahari yang masuk ke dalam innercourt. Salah satu caranya dengan memberi bukaan yang cukup di bagian atap, misalnya. Dengan demikian tetap terjadi pertukaran udara yang baik, dari dalam ke luar dan sebaliknya. sumber (Anissa/iDEA)


Menciptakan Suasana Romantis dengan Paduan Warna

July 27, 2009 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

Tips Property Menciptakan Suasana Romantis dengan Paduan Warna oleh DotLahPis comMood sebuah ruangan bisa dipengaruhi banyak hal. Salah satunya adalah oleh warna. Pemilihan warna untuk kamar tidur sebetulnya bukan hal sulit. Rata-rata orang mengaplikasikan warna-warna netral untuk kamar tidurnya. Beberapa orang, memilih berani bermain warna demi menciptakan suasana yang lebih romantis.

Sama halnya dengan membangun suasana ruang lain di rumah, ketika membangun kamar tidur, perlu juga ditentukan tema suasana yang diharapkan. Olehkarena kamar tidur menjadi tempat istirahat, maka suasananya pun harus tenang dan romantis.

Salah satu cara menciptakan suasana tenang dan romantis itu antara lain menggunakan warna-warna lembut yang senada. Jika ingin menambahkan motif, maka dapat pula ditambahkan motif floral. Misalnya sebagai aksen dinding, gorden, atau elemen lantai.

Selain itu, perhatikan juga paduan warna elemen ruang dengan warna/motif  beddings. Sebisa mungkin, jaga agar perbedaan warna dan motifnya tak berbeda jauh. Perbedaan yang kontras bisa jadi mengurangi keserasian antarelemen. Yang akibatnya, dapat mengurangi kualitas suasana tenang dan romantis yang ingin diciptakan. Sumber Kompas


10 Larangan Dalam Menata Rumah

July 27, 2009 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

Tips Property 10 Larangan Dalam Menata Rumah oleh DotLahPis comSiapa bilang urusan berbenah ruangan atau kamar cuma bisa digarap desainer interior. Kalau cuma sekadar membenahi kediaman Anda sendiri sebetulnya Anda juga bisa, kok, jadi arsitek sekaligus desainer interior. Tak percaya? Ikuti saja sepuluh pedoman berikut ini!

1. Jangan tempatkan barang-barang seni/pajangan di atas ketinggian mata/penglihatan rata-rata orang pada umumnya. Taruh dan susun lebih-kurang 150 cm dari lantai. Dengan menggunakan pedoman ini, Anda tidak akan pernah meletakkannya terlalu tinggi. Jika ingin mengelompokkan koleksi barang seni Anda, gunakan pedoman ini untuk garis besar penataan lalu kembangkanlah.

2.  Jangan gunakan hiasan/pajangan yang terlalu kecil. Sesuaikan dengan skala ruang yang ada. Jadikan hal ini sebagai pedoman umum: gunakan 2/3 dari lebar dinding yang ada untuk berkreasi dengan menaruh lukisan, hiasan/barang seni. Pedoman ini juga dapat diterapkan dalam penataan perabot di dalam satu ruang. Jika Anda tidak memiliki satu pun hiasan yang cukup besar, cobalah dengan mengelompokkan beberapa barang dan letakkan secara berdekatan untuk memenuhi skala ruang yang ada.

3. Jangan terlalu banyak menempatkan perabot di ruangan yang kecil. Sesuaikan ukuran ruang dengan ukuran dan bentuk perabot yang ada. Gunakan kertas gambar khusus dan contoh ukuran perabot (tersedia di toko buku, di bagian buku/perlengkapan untuk desain interior) untuk mengira-ngira tata letak perabot yang Anda miliki dan perabot yang sesuai keinginan Anda.

Pindah-pindahkan miniatur perabot di kertas gambar tadi, sampai Anda mendapat pengaturan/tata letak yang terbaik. Pertimbangkan untuk memindahkan beberapa perabot dari dinding dan menatanya di satu ruangan. Hal ini akan menciptakan pengaturan kursi yang menarik dan memaksimalkan penataan di ruang tersebut.

Selama miniatur perabot dan kertas gambar berukuran dibuat pada skala yang sama (1/4 inchi = 1 kaki), cara ini bisa diandalkan untuk digunakan semua orang. Anda dapat meyakini, apa yang terlihat di kertas tadi sama dengan kenyataan yang ada di ruang-ruang rumah Anda nantinya.

4. Jangan sungkan mencoba dulu contoh warna cat. Sebelum mulai mengecat, cobalah warna cat yang Anda pilih terlebih dahulu. Coba dulu contoh warna cat yang ada sebelum Anda mengeluarkan biaya dan waktu untuk pekerjaan pengecatan. Jangan salah, banyak orang merasa kecewa dengan warna cat yang telah mereka pilih. Kebanyakan dari mereka biasanya memilih warna dari contoh lembaran warna dan memulai pengecatan. Setelah selesai, mereka baru sadar, warna yang dipilih terlalu gelap, terang, atau bahkan salah sama sekali.

Masalah ini sebenarnya dapat dihindari kendati untuk itu Anda harus sedikit berusaha dan mengeluarkan kocek tambahan. Namun, dijamin Anda tak bakal menyesal. Caranya, belilah 1 kaleng kecil contoh warna cat yang Anda inginkan. Mulailah mengecat pada sisi yang paling gelap (biasanya pada dinding yang berjendela) dan sisi yang paling terang (biasanya dinding di seberang jendela) dengan ukuran 60 cm x 60 cm. Biarkan selama dua hari untuk memastikan apakah pilihan Anda sudah tepat.

Jika merasa cocok dengan hasil cat yang ada, Anda dapat melanjutkan pengecatan. Jika sebaliknya, coba pilih warna lain dan mulai lagi dengan cara tadi. Gunakan cara sama untuk pengecatan di luar rumah. Sinar matahari dan perbedaan waktu (pagi, siang, malam) memainkan peranan penting dalam menentukan warna cat luar. Perhatikan contoh warna cat dari seluruh sudut pandang dan amati perubahannya sepanjang hari untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

5. Jangan meletakkan hiasan di rak meja & rak di dinding seperti layaknya barisan tentara. Hindari pengelompokan benda-benda sejenis. Jangan mencampur-adukkan ukuran, besaran, dan tekstur. Ini adalah kunci utama untuk menata hiasan/pajangan-pajangan dengan baik.

Variasikan penggunaan hiasan/obyek dari segi ketinggian untuk menciptakan
ketinggian yang berjenjang. Biasanya dapat terbentuk dengan susunan obyek yang berjumlah ganjil. Menambahkan tanaman di ruang akan mengurangi kesan ruang yang tinggi dan juga menambah tekstur yang ada.

Buku-buku yang disusun dengan rapi dapat sebagai alas untuk barang-barang kecil dan bisa juga sebagai alas untuk menambah ketinggian lukisan mungil Anda. Gunakan cara-cara sederhana ini dan koleksi barang Anda. Jadi, tak selalu harus membeli barang yang sempurna atau sama persis dengan impian Anda. Cara ini akan membantu memaksimalkan penggunaan uang Anda.

6. Jangan gunakan lampu meja sudut atau lampu baca yang bentuknya terlalu kecil. Gunakan lampu dengan tinggi antara 70 sampai 80 cm untuk lampu meja sudut dan lampu baca Anda. Pada dasarnya, ketinggian lampu sangat bergantung pada desainnya, tetapi ukuran ini bisa digunakan sebagai pedoman Anda. Untuk lampu kamar ganti dewasa, dibutuhkan ketinggian antara 50 dan 60 cm.

Sekali lagi, model lampu (biasanya model lilin dianggap cukup tinggi) dapat dipertimbangkan. Lampu yang lebih kecil dapat digunakan di kamar ganti anak dan untuk lampu baca. Ingat, ini hanya sekadar saran karena yang terpenting, sesuaikan dengan kebutuhan ruang Anda.

7. Jangan lupa memadukan bahan dan warna yang akan digunakan dalam penataan keseluruhan. Mulailah menata dengan beberapa hal yang dapat digunakan sebagai sumber inspirasi/ide. Misalnya, bahan sofa, karpet, penutup dinding, pernak-pernik kamar tidur, dan lainnya, yang memiliki kombinasi warna yang Anda sukai dan memungkinkan Anda berkreasi dengan semua itu.

Hal ini akan menentukan skema warna dari setiap ruang yang ada. Pengunaan
warna dan pola yang digunakan untuk keseluruhan ruang, haruslah serasi, seperti Anda memadukan warna batu perhiasan Anda dengan baju dan sepatu yang akan dikenakan.

Biarkan satu warna dari sumber inspirasi Anda mendominasi di setiap ruang. Gunakan warna ke-2, ke-3, dan warna-warna lainnya sebagai warna penunjang dan aksen untuk seluruh ruang yang ada. Gunakan warna-warna ini di setiap ruang dengan porsi yang lebih kecil.

Pedoman umumnya: Lebih kurang 60 persen warna dominan utama dan 20 persen untuk dua warna berikutnya pada skema di setiap ruang yang ada. Warna tambahan dapat digunakan sebagai unsur penetral. Jangan pernah lupa mengaturnya sedemikian rupa sehingga membuat keseluruhannya tampak serasi/harmonis. Untuk ruang tambahan dalam rumah Anda, pertimbangkan membalik formula yang ada. Dengan kata lain, warna yang digunakan pada porsi 20 persen ditukar dengan warna dominan (60 persen). Gunakan komposisi di atas secara bergantian untuk ruang-ruang yang lain sehingga mengesankan kesinambungan.

8. Jangan lupa menambahkan barang-barang kesayangan keluarga dan lukisan untuk menunjukkan “pribadi” Anda. Pajanglah barang-barang kesayangan keluarga di sekeliling rumah untuk menggambarkan kesenangan/hobi masing-masing anggota keluarga.

Rumah Anda dan ruang-ruang pribadi yang ada sebaiknya memperlihatkan gaya
hidup dan selera dari anggota keluarga. Taruhlah foto keluarga di dinding dan di atas meja untuk sentuhan pribadi. Bingkai lukisan anak-anak Anda dan gantungkan pada dinding khusus, susun benda-benda kesayangan anggota keluarga secara khusus pula, dan pajanglah benda-benda kenangan untuk memberi tema dan sebagai hiasan pada ruang yang ada. Nah, kepribadian keluarga Anda pun akan tecermin dan membuat Anda bisa berkreasi secara maksimal saat menata rumah.

9. Jangan mengabaikan bentuk arsitektur khusus di rumah Anda. Lakukan perbaikan pada penataan rumah dengan menekankan karakter dan hal khusus dari rumah Anda, Setiap rumah pasti mempunyai sesuatu yang unik. Bisa sudut jendelanya, lantai yang indah, tekstur dinding yang mengagumkan, atau hal lainnya. Gunakan bentuk arsitektur yang ada sebagai dasar untuk memberi ciri khas pada penataan. Pasti hasilnya akan menakjubkan.

10. Jangan takut bereksperimen! Membiarkannya tanpa penataan, karena Anda tidak yakin mampu melakukannya, malah bisa bikin Anda kecewa dan frustrasi. (Tabloid Nova)


Interior bermotif Bunga

July 27, 2009 by  
Filed under Kamar Tidur, Ruang Tamu, Tips Property

Tips Property Flower Interior oleh DotLahPis comMotif bunga, banyak dipakai untuk menghias ruang bernuansa klasik atau berkonsep American interior. Tak heran jika penggunaan pernak-pernik interior bermotif bunga harus sesuai dan menyatu dengan tema atau konsep desain ruang.

Seperti yang diutarakan Anies Alkuratu Aini, S.sn.HDII, konsultan desain interior dari PT. Att Design, “Pernak-pernik bermotif pada pada ruang bernuansa klasik haruslah senada atau selaras, baik pola, bentuk, warna, material, dan lainnya.

“Satu hal yang juga penting diperhatikan adalah cara meletakkan interior bermotif bunga-bungaan tadi. Jangan sampai, lanjut Anis, terlalu banyak jenis motif bunga yang dicampurkan, yang akan membuat ruang tampak ramai dan tidak selaras lagi.

“Ruang akan tampak elegan saat tema bunga dijadikan sebagai aksen di salah satu sudut ruang saja dan tidak mendominasi. Motif bunga justru akan menarik dan menonjol saat dipadukan dengan material atau elemen interior lain yang lebih netral. Misalnya, pada dinding yang polos atau bentuk furnitur minimalis dan lebih modern.”

Keseimbangan Ruang

Motif bunga sebetulnya cocok digunakan pada ruangan mana saja, baik yang luas maupun kecil. Jika motif bunga yang dipilih cukup besar, hendaknya diletakkan pada ruang atau sudut yang cukup luas. Sebaliknya, motif pola bunga kecil-kecil akan lebih leluasa dalam penempatannya.

“Efek warna tema kembang juga harus diperhatikan agar tampilan interiornya lebih selaras. Sebaiknya, pemilik rumah pandai me-mix and match warna dan motif.” Sehingga, menjadi penting memperhatikan unsur komposisi bentuk dan kedinamisannya dengan elemen interior yang lain. Tak ada yang melarang motif bunga dipadukan dengan unsur garis-garis, misalnya. Asalkan, tetap terjaga keseimbangan isi ruangannya.

Apalagi, interior dengan tema bunga-bungaan dapat membangkitkan kesan natural di dalam rumah. Selain identik dengan simbol cinta, cantik, dan wangi, bunga juga mendekatkan penghuni rumah dengan unsur alam. Tak salah jika ruangan dengan interior motif bunga akan membuat mood sang pemiliknya selalu bagus dan nyaman saat berlama-lama berada di dalamnya. (Noverita K. Waldan/NOVA)


Next Page »